MachMachines.com

Info Kekinian, Biar Kamu Gak Ketinggalan

Es Kepal: Jajanan Viral yang Kini Makin Jarang Dijumpai

Dunia kuliner Indonesia tidak pernah kekurangan inovasi. Setiap tahun, selalu muncul tren makanan dan minuman baru yang mencuri perhatian masyarakat. Salah satu contohnya adalah es kepal, minuman dingin manis yang sempat viral dan menjadi primadona di berbagai sudut kota sekitar tahun 2018 hingga 2019. Namun, kini, beberapa tahun berselang, es kepal seperti lenyap ditelan waktu. Gerobak-gerobak es kepal yang dulu berjajar di pinggir jalan kini sudah sangat jarang dijumpai. Apa sebenarnya yang terjadi?

Artikel ini akan mengulas secara mendalam tentang fenomena es kepal yang dulu booming tapi kini nyaris punah, mulai dari sejarahnya, mengapa bisa viral, hingga alasan mengapa tren ini meredup.

1. Apa Itu Es Kepal?

Es kepal adalah minuman dingin yang terdiri dari serutan es batu yang dibentuk seperti bola atau kepalan, lalu disiram dengan saus kental rasa coklat, susu, atau varian rasa lainnya, dan ditaburi aneka topping seperti meses, kacang, keju parut, dan sereal. Teksturnya mirip es serut, tapi dengan konsistensi yang lebih padat dan siraman saus yang melimpah.

Variasi rasa dan topping yang bisa dikreasikan menjadikan es kepal menarik untuk semua kalangan, terutama anak-anak dan remaja. Penyajiannya yang unik, penuh warna, dan menggugah selera membuat es kepal sangat Instagramable, menjadikannya cocok untuk konten media sosial saat itu.

2. Sejarah dan Awal Mula Popularitas

Trend es kepal di Indonesia sebenarnya terinspirasi dari es kepal Milo, sebuah jajanan viral dari Malaysia yang mulai dikenal di Indonesia sekitar awal 2018. Es kepal Milo Malaysia menyajikan serutan es batu dengan siraman saus Milo yang sangat kental, manis, dan berlimpah.

Tidak butuh waktu lama, jajanan ini diadopsi oleh banyak pelaku usaha kuliner di Indonesia, baik dari kalangan rumahan maupun UMKM. Beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya dipenuhi pedagang es kepal yang memanfaatkan tren ini.

Saat itu, antusiasme masyarakat begitu tinggi. Dalam sehari, penjual es kepal bisa menjual ratusan porsi. Bahkan ada yang membuka franchise es kepal karena permintaan pasar yang luar biasa.

3. Alasan Es Kepal Bisa Viral

Beberapa faktor yang membuat es kepal cepat viral antara lain:

  • Visual yang menarik: Siraman coklat tebal di atas es serut memberikan kesan mewah dan menggoda.
  • Mudah dibuat: Modal dan alat yang dibutuhkan sederhana, cocok untuk pemula di bisnis kuliner.
  • Harga terjangkau: Dengan harga sekitar Rp10.000–Rp15.000, es kepal jadi alternatif menarik di tengah cuaca panas.
  • Efek media sosial: Foto dan video es kepal banyak dibagikan di Instagram dan YouTube, memicu rasa penasaran publik.
  • Inovasi topping: Pelaku usaha terus berinovasi dengan berbagai topping dan rasa, seperti matcha, taro, dan red velvet.

4. Masa Kejayaan dan Ledakan Usaha

Pada puncak popularitasnya, es kepal menjadi komoditas yang sangat menjanjikan. Banyak orang yang melihatnya sebagai peluang emas untuk membuka usaha kecil. Bahkan, banyak yang memulai bisnis es kepal sebagai bisnis musiman yang cepat balik modal.

Fenomena ini menyebabkan munculnya ribuan penjual es kepal dalam waktu singkat. Franchise es kepal Milo Indonesia sempat menjamur dengan sistem investasi murah meriah. Bahkan banyak pedagang dadakan di pinggir jalan, sekolah, hingga pusat perbelanjaan.

5. Penyebab Es Kepal Makin Jarang Dijumpai

Sayangnya, tren tidak bertahan selamanya. Dalam waktu hanya 1–2 tahun, es kepal mulai kehilangan pamornya. Berikut beberapa alasan utama mengapa es kepal makin jarang terlihat:

a. Tren Cepat Jenuh

Salah satu ciri dari makanan viral adalah tren yang cepat naik tapi cepat pula meredup. Setelah orang-orang mencoba, banyak yang merasa bahwa rasa es kepal sebenarnya tidak istimewa. Dominasi rasa manis yang berlebihan membuatnya kurang cocok dikonsumsi rutin.

b. Persaingan Ketat & Pasar Jenuh

Karena terlalu banyak penjual dalam waktu singkat, pasar menjadi jenuh. Banyak pembeli mulai bosan, dan omzet pun menurun drastis. Banyak penjual yang akhirnya menutup usaha karena pendapatan tak lagi menutup biaya operasional.

c. Kritik dari Segi Kesehatan

Es kepal mengandung gula dalam jumlah sangat tinggi, terutama karena menggunakan susu kental manis, sirup, dan coklat pekat. Beberapa ahli gizi mulai mengkritik tren ini karena berpotensi menyebabkan obesitas, diabetes, dan masalah kesehatan lain jika dikonsumsi berlebihan.

d. Munculnya Tren Kuliner Baru

Dunia kuliner sangat dinamis. Setelah es kepal, muncul tren minuman baru seperti boba drink, dalgona coffee, es boba gula aren, dan es kopi susu kekinian. Tren baru ini lebih variatif, memiliki branding lebih kuat, dan menyasar segmen pasar yang lebih luas (termasuk pekerja kantoran dan milenial).

e. Pandemi COVID-19

Pandemi yang melanda sejak 2020 juga memukul banyak usaha kecil, termasuk pedagang jajanan seperti es kepal. Pembatasan sosial membuat banyak usaha tutup, dan para pedagang beralih ke jenis produk lain yang lebih relevan saat pandemi.

6. Refleksi: Nasib Kuliner Viral di Indonesia

Fenomena es kepal bisa menjadi pelajaran penting bagi siapa pun yang ingin menekuni bisnis kuliner. Berikut refleksi yang bisa diambil:

  • Tren makanan tidak bertahan lama. Pelaku usaha harus selalu siap berinovasi dan mengikuti perubahan pasar.
  • Fokus pada kualitas dan rasa, bukan hanya visual atau viralitas. Konsumen akan tetap setia jika produk memang enak dan konsisten.
  • Jangan terlalu bergantung pada satu jenis produk. Diversifikasi menu atau konsep bisa menyelamatkan usaha dari kebosanan pasar.
  • Gunakan tren sebagai pintu masuk, bukan satu-satunya andalan. Misalnya, mulai dari es kepal, lalu berkembang ke menu minuman lain.

7. Apakah Es Kepal Akan Kembali Lagi?

Meski kini sulit ditemukan, bukan berarti es kepal benar-benar punah. Di beberapa daerah, masih ada pelaku UMKM yang tetap menjual es kepal, terutama dengan cara dikreasikan lebih modern, seperti:

  • Es kepal dengan topping less sugar atau sehat.
  • Versi kekinian dengan matcha, kopi, atau oreo.
  • Dijual online via aplikasi pesan makanan.

Jika dikemas dengan lebih baik, cita rasa disesuaikan, dan strategi pemasaran diperbarui, bukan tidak mungkin es kepal akan bangkit kembali sebagai jajanan nostalgia.

Es kepal adalah salah satu contoh nyata dari bagaimana tren makanan bisa sangat cepat naik dan kemudian menghilang. Meski kini jarang ditemui, es kepal tetap menyisakan kenangan manis dalam sejarah kuliner Indonesia. Banyak pelaku usaha yang belajar dari fenomena ini, baik dalam hal pemasaran, inovasi produk, maupun manajemen bisnis.

Untuk para pengusaha kuliner, kisah es kepal adalah pelajaran bahwa viral bukan jaminan sukses jangka panjang. Yang utama tetaplah kualitas, inovasi, dan kemampuan beradaptasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *